WINGS: Saat Paul McCartney Nggak Mengepak Sendiri
Album ini bukan sekadar “terbaik dari Wings”. Ini adalah penyusunan ulang narasi: bagaimana band ini bangkit, terbang, dan akhirnya mendarat.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Konon, McCartney memilih sendiri 32 lagu yang menunjukkan bahwa setelah penerbangan tinggi bersama The Beatles, ia nggak takut jatuh atau salah langkah. Ia justru memilih mengepak sayap dalam bentuk baru: bersama Linda, Denny Laine dan kawan-kawan.
Secara musikal, kompilasi ini seperti galeri lukisan yang dipajang bebas. Ada nuansa pop, rock, soul, sedikit reggae, sebagian eksperimen. Setiap lagu memiliki warna sendiri: ada “Jet” yang mengudara tinggi, ada “My Love” yang merupakan bisikan cinta, ada “With a Little Luck” sebuah doa yang diiringi bassline hangat. Dan dalam koleksi ini juga ada “Soily”, potongan yang lebih kasar, lebih mentah dan menandakan bahwa Wings nggak selalu mulus.
Buat pendengar yang telah menjelajah katalog Wings dari awal ke akhir, mungkin nggak banyak “temuan baru” yang mengejutkan. Selain itu, karena album ini menampilkan banyak era dan gaya, kadang alir-musiknya melompat-lompat: dari folk ke rock ke pop ke reggae. Bagus tapi bisa sedikit membuat pendengar yang ingin “alur” tunggal merasa terguncang.
Namun, bagi mereka yang ingin masuk ke dunia Wings, koleksi ini adalah pintu gerbang. Katalog pilihan ini bahkan bisa berbicara: “Lihat, kami bukan hanya bayangan Beatles. Kami punya suara, punya kisah, punya band sendiri!”
Nilai 8,5/10 dari saya!


