Wednesday Season 2 (2025): Kuat di Visual, Berat di Subplot

Setelah musim pertamanya jadi salah satu hit terbesar Netflix, Wednesday Season 2 (2025) datang dengan ambisi lebih besar, lebih ramai, dan tentu saja, lebih gelap. Sayangnya, di balik visual gotik yang memesona dan performa brilian Jenna Ortega, musim ini mulai kehilangan arah akibat subplot yang terlalu banyak berebut perhatian.

Oleh: JUNIOR EKA PUTRO

Ya! Ortega masih jadi pusat gravitasi dengan tatapan dingin, gestur kecil, sampai sarkasme setipis pisau cukur yang bikin karakter Wednesday hidup. Dia konsisten jadi alasan kenapa kita betah nongkrong lebih lama di dunia kelam khas Tim Burton.

Masalahnya, panggung Nevermore kali ini kedatangan terlalu banyak pemain. Mulai dari Pugsley, Grandmama, hingga cameo Lady Gaga, semua ikut masuk ke arena. Jadilah ceritanya ramai kayak festival yang punya beberapa panggung kecil. Ada yang seru, tapi ada juga yang bikin alur utama tersendat. Beberapa subplot malah terasa seperti side-B album yang dipaksa jadi single. Niatnya memperkaya, tapi justru bikin energi penonton kebagi-bagi.

Visual gothic khas Burton tetap juara. Dan dunia Nevermore masih tampil seperti fashion spread bernuansa horror, lengkap dengan kabut, arsitektur kelam, dan detail set yang teatrikal.

Di level atmosfer, Wednesday tetap nggak tertandingi. Sayangnya, ketika cerita makin padat, dialog kadang terdengar kaku. Beberapa karakter dipaksa mengejar naskah yang lari lebih cepat daripada napas mereka sendiri.

Cameo Gaga? Lebih mirip interlude lagu pendek ketimbang full featureHype sebelum rilis memang besar, tapi di layar waktunya singkat, bikin fans ngerasa underused. Untungnya, performa Ortega yang konsisten mampu menutup beberapa lubang di jalan cerita.

Overall, musim kedua Wednesday adalah tontonan yang tetap stylish, tetap fun, tapi mulai terasa berat karena beban subplot yang menumpuk. Ortega berhasil menjaga nyawa karakter ini tetap dingin dan tajam, tapi Burton dan timnya harus ingat: terlalu banyak benang bisa bikin jaring laba-laba jadi tipis dan mudah robek. Semoga bisa diperbaiki di musim ketiga nanti!

Rating: 7/10. Masih worth it ditonton, tetap seru dan stylish, tapi belum segelap dan sepadat harapan banyak fans.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *