The Woman in Cabin 10 (2025): Thriller Cantik yang Terlalu Sopan
Film The Woman in Cabin 10 menghadirkan atmosfer elegan tapi kurang menegangkan. Keira Knightley tampil memikat di tengah thriller yang terlalu sopan.
Ada film yang bikin jantungmu berdegup, ada juga yang bikin kamu diam. Bukan karena takut ya, tapi bingung harus merasa apa? The Woman in Cabin 10 ada di posisi itu.
Di atas kertas, semua unsur thriller-nya lengkap: kapal pesiar mewah, perempuan yang hilang, dan seorang saksi yang nggak dipercaya. Tapi begitu filmnya berjalan, semua ketegangan itu terasa seperti sedang berjalan di karpet merah. Dikemas rapi, cantik, tapi tanpa pijakan yang bikin gemetar.
Keira Knightley tampil menawan. Berperan sebagai Lo Blacklock, jurnalis yang melihat sesuatu yang nggak seharusnya dilihat, lalu perlahan kehilangan pegangan pada realitas. Kamera mengikuti tiap langkahnya di lorong kapal yang sempit, menciptakan suasana claustrophobic yang efektif. Tapi di saat kita siap masuk ke wilayah gelap yang lebih dalam, film ini malah mundur. Seperti takut bikin penontonnya nggak nyaman.
Masalah utamanya bukan pada visual. Film ini indah, bahkan terlalu indah buat sebuah thriller. Semua pencahayaan, framing, hingga desain produksinya begitu rapi. Masalahnya, kerapihan itu nggak menyisakan ruang bagi kegilaan dan kekacauan yang seharusnya hadir dalam cerita model ini.
Alhasil, adaptasi dari novel Ruth Ware ini kehilangan rasa “nggak bisa dipercaya” dari narator aslinya; yang tersisa hanyalah paranoia yang terlalu sopan.
Toh, film ini masih punya daya tarik. Film ini cukup untuk membuatmu menatap jendela gelap dan bertanya-tanya, apakah suara yang didengar barusan itu nyata atau cuma gema pikiran semata. Salut buat Knightley yang berhasil menahan film ini agar tetap punya napas, bahkan ketika ceritanya mulai kehabisan tenaga.
Film ini indah tapi dingin, elegan tapi aman. Sebuah thriller yang lebih sibuk tampil menawan ketimbang menakutkan.
Kalau harus dinilai, The Woman in Cabin 10 duduk manis di 6,8 dari 10.


