The Thursday Murder Club (2025): Misteri Ringan dengan Sentuhan Hangat dan Elegan
Setelah sukses besar novelnya, The Thursday Murder Club akhirnya diadaptasi oleh Netflix menjadi film detektif ringan dengan sentuhan humor khas Inggris. Disutradarai oleh Chris Columbus dan dibintangi Helen Mirren serta Pierce Brosnan, film ini bukan tentang ketegangan berdarah, tapi tentang hangatnya persahabatan di masa pensiun yang dibumbui misteri pembunuhan elegan.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
The Thursday Murder Club, adaptasi dari novel Richard Osman, sebetulnya bukan film yang mau bikin kamu deg-degan kayak Se7en atau bikin mikir keras macam Zodiac. Film ini lebih seperti “teh sore di ruang tamu nenek,” dengan biskuit dan cerita gosip yang kebetulan melibatkan satu-dua mayat.
Chris Columbus, sutradara yang dulu membuat kita percaya pada sihir di Home Alone dan Harry Potter, memilih nada yang jauh lebih tenang di sini. Daya tarik film ini ada pada para aktornya. Helen Mirren tampil elegan seperti biasa, Pierce Brosnan masih punya sisa pesona, sementara Imrie dan Kingsley membawa humor yang pahit manis. Sementara, misterinya lebih mirip teka-teki silang di koran minggu ketimbang puzzle penuh darah ala Rian Johnson di Knives Out.
Tapi saya betah menontonnya. Film ini nggak berusaha tampil berlebihan. Ceritanya berjalan dengan ritme tenang. Rasanya kayak diajak duduk bareng para pensiunan itu, mendengar percakapan mereka yang kadang mengundang tawa, kadang juga terasa menyentuh. Ada rasa hangat yang mengalir di setiap dialog, meski misterinya sendiri nggak begitu menantang.
Bagi saya, The Thursday Murder Club lebih cocok disebut tontonan pelepas penat daripada film yang memorable. Pas dinikmati ketika ingin sesuatu yang ringan, dengan wajah-wajah familiar yang memberi rasa nyaman.
Kalau memang ada kelanjutan kisahnya, saya berharap mereka berani menggali lebih dalam, supaya klub pensiunan ini nggak hanya berhenti sebagai lelucon manis, melainkan bisa tumbuh menjadi seri misteri yang benar-benar punya nyawa.
7,5/10 untuk filmnya. Berpotensi untuk jadi franchise dengan arahan yang lebih baik ke depan.


