THE RESIDENCE: Serial Misteri yang (Agak) Ngempos Karena Komedi
Netflix kembali dengan serial baru dari Shondaland, kali ini sebuah whodunnit berjudul “The Residence“.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Premisnya menarik: sebuah pembunuhan di Gedung Putih saat jamuan kenegaraan. Udah kebayang dong! Setting mewah, penuh intrik, dan deretan tersangka yang bisa siapa aja. Tapi yang bikin beda, serial ini mencoba menambahkan unsur komedi—sayangnya, hal itu justru sering bikin materinya terasa kendor.
Uzo Aduba berperan sebagai Cordelia Cupp, detektif eksentrik yang ditugaskan mengungkap siapa yang membunuh Kepala Operasional Gedung Putih. Dari awal, dia sudah terasa seperti pusat cerita. Cerdas, unik, dan punya metode investigasi yang nggak biasa—mirip Benoit Blanc dari “Knives Out”, tapi lebih nyentrik.
Sayangnya, karakter ini kadang terasa nggak konsisten. Di satu momen dia terlihat brilian, di momen lain reaksinya terlalu dilebih-lebihkan. Yang menarik, serial ini nggak cuma soal investigasi, tapi juga membongkar hubungan rumit para staf di balik dinding Gedung Putih—politik, gosip, dan drama internal yang bikin semua orang terlihat mencurigakan.
Masalahnya ada di eksekusi. Misterinya sebenarnya punya cukup banyak twist dan karakter dengan motif yang kuat, tapi pacing-nya keteteran karena humor yang sering terasa dipaksakan. Beberapa lelucon memang berhasil, terutama yang melibatkan interaksi absurd antar staf, tapi di beberapa momen, komedinya justru merusak tensi. Ketika suasana mulai menegangkan, tiba-tiba ada selipan humor yang bikin ritmenya turun drastis.
Secara visual, “The Residence” tampil mewah. Gedung Putihnya terasa otentik, pencahayaannya eksklusif, dan desain produksinya benar-benar mendukung atmosfer kelas atas. Ini salah satu aspek yang bikin betah nonton.
Tapi dari segi storytelling, pacing-nya naik turun. Awalnya menarik, lalu mulai tersendat di tengah, dan baru kembali naik menjelang akhir. Kalau saja narasinya lebih rapi, serial ini bisa jadi misteri yang jauh lebih engaging.
Aktor-aktor pendukungnya juga cukup solid. Ada Jane Curtin, Randall Park, dan Julian McMahon sebagai Perdana Menteri Australia. Sayangnya, nggak semua dapat porsi yang cukup untuk benar-benar bersinar. Dan Giancarlo Esposito—aktor dengan kualitas luar biasa—malah lebih sering muncul dalam flashback karena ya… dia adalah korban.
Jadi, apakah “The Residence” layak ditonton? Itu tergantung ekspektasi kamu. Kalau mencari misteri serius dengan ketegangan ala “Knives Out”, mungkin bakal agak kecewa karena unsur komedinya terlalu dominan. Tapi kalau kamu suka whodunnit ringan dengan visual keren dan karakter unik, ini masih bisa jadi tontonan yang menghibur.
Skor: 7,5/10. Potensinya besar, tapi nggak semuanya dieksekusi dengan maksimal.


