THE CHARLATANS: Delapan Tahun Menunggu untuk Kembali Merayakan Kehidupan

Sebuah album yang penuh gairah, reflektif, dan merupakan pembaruan kreatif yang sangat layak dinanti.

Oleh: JUNIOR EKA PUTRO

Akhirnya, The Charlatans datang lagi. Setelah delapan tahun, ini jeda terpanjang mereka sampai saat ini, Tim Burgess dan geng-nya kembali dengan We Are Love.” Begitu tahu mereka balik rekaman di Rockfield Studios, tempat yang punya sejarah emosional besar sejak tragedi Rob Collins saat menggarap Tellin’ Stories (1997), saya langsung curiga: ini pasti bukan sekadar album comeback biasa. Dan benar aja, album ke-14 ini punya beberapa kelebihan disbanding beberapa album mereka sebelumnya. Selain lebih berjiwa, visinya juga lebih besar. Cukup menggambarkan bagaimana mereka sudah jadi band dan bermain lebih dari tiga dekade.

Album ini dibuka dengan Kingdom of Ours yang moody dan reflektif. Tapi kemudian, boom! We Are Love” langsung kick in dengan groovenya yang khas. Sound organ khas Tony Rogers yang psikedelik kembali jadi poros utama, bersanding dengan intricate guitarwork dari Mark Collins, yang mengingatkan kita pada kombinasi Johnny Marr dan Andy Gill.

Berkat sentuhan produksi dari Dev Hynes dan Stephen Street, musiknya terdengar sleek dan modern, jauh dari kesan band tua yang berupaya relevan. Mereka nggak pusing dengan nostalgia, tapi justru menggunakannya sebagai bahan bakar. Dengerin aja Deeper and Deeper yang membawa kita kembali  ke era album self-titled, yang diwarnai bassline yang irresistible dan suara organ yang swirling. Lagu ini potensial bikin kamu kecanduan.

Namun, album ini bukan hanya soal banger dan groove. The Charlatans juga menunjukkan sisi sinematik yang dewasa. Trek seperti You Can’t Push the River dan “Salt Water” membawa hal-hal baru dalam musik mereka. Dan, sebagai penutup, “Now Everything” hadir dengan durasi nyaris tujuh menit. Sebuah mantera psikedelik yang diwarnai vocal yang dreamy, dan lantas berubah menjadi instrumental jam yang euphoric.

Secara keseluruhan, We Are Love adalah bukti bahwa The Charlatans bukan cuma penyintas era Madchester dan Britpop. Ini adalah album yang berdiri kokoh di antara katalog mereka yang kaya, dan mendorong sound mereka ke wilayah yang lebih berani dan penuh makna.

Nilai:7,8/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *