ROMANTICS ANONYMOUS: Cokelat, Cinta, dan Rasa Takut yang Sama-Sama Meleleh
Cokelat di Romantics Anonymous bukan sekadar makanan manis. Cokelat jadi bahasa cinta, jadi cara dua orang saling mendekat tanpa perlu banyak kata. Di tangan mereka yang sama-sama takut bersosialisasi, cokelat terasa seperti jembatan yang pelan-pelan melelehkan jarak.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Sosuke Fujiwara (Shun Oguri) adalah anak CEO perusahaan cokelat yang ditugaskan sebagai direktur di toko cokelat terbaik di Tokyo. Dia sukses tapi menutup diri. Ia hidup dengan rasa cemas dan takut disentuh.
Sementara Hana Lee (Han Hyo-joo), seorang pembuat cokelat yang juga punya ketakutan serupa, sulit menatap mata orang lain dan terbuka soal perasaan. Keduanya bertemu di dunia yang sama, dan dari situ lahirlah hubungan yang kikuk tapi hangat.
Sejak awal, serial ini terasa lembut dan menenangkan. Setiap adegan disusun seperti sepotong cokelat praline: kecil, rapih, dan penuh rasa. Warna-warna hangat, pencahayaan lembut, dan tempo ceritanya yang tenang membuat penonton merasa seperti sedang duduk di kafe sambil menyeruput cokelat panas. Tidak ada drama besar, tidak ada tangisan berlebihan, tapi tetap punya daya tarik yang kuat.
Yang menarik, cokelat nggak hanya jadi pemanis cerita. Setiap resep yang dibuat Hana adalah cara ia mengekspresikan perasaannya. Setiap gigitan yang dicicip Sosuke adalah langkah kecil untuk melawan ketakutannya sendiri. Di tengah diam dan rasa gugup, ada kehangatan kecil yang tumbuh alami. Dua orang ini saling belajar mencintai tanpa menuntut satu sama lain untuk sembuh sepenuhnya.
Han Hyo-joo memerankan Hana dengan lembut dan penuh empati. Shun Oguri membawa sisi canggung yang justru membuat karakternya terasa nyata. Mereka seperti dua rasa dalam satu cokelat: pahit dan manis, saling melengkapi.
Romantics Anonymous adalah cerita tentang cinta yang tumbuh dari rasa takut. Tentang bagaimana dua orang yang sama-sama rapuh bisa saling menguatkan lewat hal sesederhana sepotong cokelat.Nilai: 8 / 10


