NO SIDE MANAGER: Drama Kantoran Rasa Lapangan

Bayangkan, kamu adalah orang kantoran yang lagi nyaman-nyamannya duduk di ruangan ber-AC, semangat-semangatnya meniti karir, tiba-tiba “ditendang” ke posisi baru yang nggak pernah disentuh sebelumnya.

Oleh: JUNIOR EKA PUTRO

Itu yang dialami Hayato Kimijima, tokoh utama film ini. Dari kursi eksekutif di kantor pusat, dia “dibuang” ke posisi general manager tim rugby perusahaan yang udah lama jadi bahan tertawaan karena nggak menang-menang. Repotnya, dia nggak punya bekal olahraga, nggak punya pengetahuan rugby, dan malah cenderung benci sama cabang olahraga ini. Gara-gara ngelawan keputusan salah satu petinggi, dia dicopot tiba-tiba dan harus ngurusin sekelompok pemain yang kehilangan arah. Dari situasi inilah No Side Manager dimulai. Sebuah drama yang menggabungkan politik kantor dengan keringat lapangan hijau.

Buat saya, serial ini menarik karena ceritanya nggak berhenti di soal menang atau kalah. Bagian paling seru justru ada di proses yang dijalani. Bagaimana Kimijima belajar mengenal timnya satu per satu, bagaimana dia menemukan cara memimpin tanpa merasa paling tahu, dan bagaimana sebuah tim yang nyaris bubar bisa perlahan-lahan bangkit kembali. Tanpa trik ajaib, semua adalah buah kerja keras, ego yang ditahan, dan tekad yang tumbuh pelan-pelan.

Meski ceritanya dipenuhi klise, No Side Manager tetap terasa hangat karena nggak berlebihan menjual drama. Ada momen Ketika kita sadar kalau serial ini bukan hanya soal rugby, tapi soal orang-orang biasa yang berjuang keras mempertahankan sesuatu yang mereka cintai. Justru bagian ini yang bikin serialnya relatable: kita semua pernah ada di posisi terpojok, dan kita tahu bagaimana rasanya harus bangkit meski kesempatan kecil.

Kalau kamu menonton serial ini dengan harapan bakal dapat detail teknis rugby, boleh jadi kamu agak kecewa. Soalnya, serial ini lebih banyak bicara soal manusia ketimbang strategi. Tapi di situlah daya tariknya. Serial ini nggak mencoba jadi tontonan olahraga yang serius, melainkan drama kepemimpinan dan kerja tim yang dibungkus lewat rugby. Kadang karakternya terasa hitam-putih, kadang konfliknya gampang ditebak, tapi energi yang ditransfer tetap sampai.

Pada akhirnya, No Side Manager adalah kisah tentang jatuh, belajar, dan mencoba lagi. Sebuah cerita sederhana yang di tangan aktor-aktor solid dan narasi yang konsisten, bisa jadi tontonan yang menghibur sekaligus bikin kita mikir soal arti kerja sama. Nggak spektakuler sih, tapi cukup kuat untuk bikin kita mantengin TV buat cari tahu akhirnya.

7/10 dari saya buat serial ini. Pas ditonton di akhir pekan, saat kita lagi mager tapi tetap terkoneksi dengan olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *