GOODBYE JUNE, Drama Keluarga yang Pelan tapi Mengena
Jujur, di tengah gempuran film yang serba cepet, berisik, dan penuh ledakan sana-sini, nonton Goodbye June itu rasanya kayak nemu tempat berteduh yang adem. Nggak perlu pasang sabuk pengaman buat ngikutin ceritanya, kita cuma perlu duduk tenang dan membiarkan emosinya masuk pelan-pelan.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Buat yang belum tahu, film ini spesial karena jadi debut penyutradaraan Kate Winslet. Iya, Rose-nya Titanic itu sekarang duduk di kursi sutradara, dan naskahnya ditulis sama anaknya sendiri, Joe Anders. Hasilnya? Sebuah drama yang sangat intim dan personal.
Ceritanya memang slow burn banget. Tapi justru di situ kuncinya. Dengan ritme yang nggak buru-buru ini, kita seolah dikasih kunci serep buat masuk ke dalam kepala karakter-karakternya. Kita diajak ngerasain apa yang mereka rasain, bukan cuma jadi penonton yang ngintip dari jauh.
Jantung dari film ini jelas ada di karakter June, yang dimainkan dengan luar biasa oleh Helen Mirren. Aktingnya tuh… gila sih. June digambarkan bukan cuma sebagai ibu yang lagi sakit parah, tapi sebagai “lem” yang memaksa keluarganya yang sudah retak buat nyatu lagi.
Interaksi June sama suaminya, Bernie (Timothy Spall), dan anak-anaknya itu terasa real banget. Apalagi pas ngelihat dinamika anak-anaknya yang diperankan sama aktor-aktor “monster” kayak Toni Collette, Andrea Riseborough, Johnny Flynn, dan Kate Winslet (yang ikut main jadi salah satu anaknya). Liat nama-namanya aja udah jaminan mutu akting.
Momen-momen kecil pas June merhatiin anak-anaknya, atau tatapan matanya ke suami, itu yang bikin film ini kuat. Kita jadi diingatkan kalau keluarga itu memang nggak ada yang sempurna, isinya orang-orang dengan masalah masing-masing, tapi pada akhirnya kasih sayang seorang ibu bisa jadi alasan buat pulang.
Goodbye June itu film yang harus ditonton, apalagi kalau kamu lagi kangen sama tontonan yang “manusia”. Ceritanya kuat, aktingnya kelas dunia, dan pesannya soal nilai keluarga bakal nempel terus bahkan setelah credit title muncul. Siapin tisu, tapi bukan karena cengeng, tapi karena hangatnya memang berasa. 9/10 buat filmnya!


