EUNIKE TANZIL – THE FIRST OF EVERYTHING: Sebuah Curhat Colongan dengan Orkestra Mewah

Album ini seperti pembacaan buku harian yang ditulis bukan dengan tulisan, melainkan musik. Dahsyatnya, yang menjadi narator adalah sebuah orkestra besar. The First of Everything dari Eunike Tanzil ini menceritakan semua pengalaman “pertama” dalam hidupnya.

Oleh: JUNIOR EKA PUTRO

Setelah biasa bikin musik yang lebih kalem (piano solo atau musik kamar), kali ini Eunike Tanzil sedikit nekat. Dia ajak Deutsches Symphonie-Orchester Berlin, sebuah orkestra gede dari Jerman, buat ngebawain cerita hidupnya. Hasilnya? Sebuah cerita jujur yang berbalut “baju mahal”.

Album ini keren karena dia berhasil menggabungkan dua dunia: Musik klasik yang elegan dan soundtrack film modern yang dramatis. Awalnya, kita sering denger denting piano dari Eunike. Nah, bagian piano ini kayak suara si Eunike lagi ngomong ke diri sendiri, pelan-pelan. Baru deh setelah itu, si orkestra masuk, suaranya langsung membesar, kayak pas si cerita itu meledak jadi emosi.

Di lagu-lagu kayak Genesis,” kita bisa mendengarkan orkestranya kayak full power banget. Serasa menyaksikan sebuah film epik. Tapi si konduktornya, Anna Handler, jago ngatur ritme. Jadi, meski musiknya besar, nggak pernah terasa lebay atau berlebihan. Selalu ada jeda sunyi, momen-momen melankolis, di mana kita bisa ikut mikir dan meresapi ceritanya.

Intinya, The First of Everything ini kayak nonton film yang nggak ada gambarnya. Setiap lagu sukses bikin kita membayangkan adegan sendiri di kepala.

Ini bukan cuma musik klasik buat orang tua atau orang yang serius-serius banget. Ini musik orkestra yang relatable karena intinya cuma satu: Semua orang pernah mengalami yang pertama. Kalau kamu lagi nyari musik yang bagus, dramatis, tapi juga bisa bikin hati tergerak, album ini wajib didengarkan.

Nilai: 8.5/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *