CENTYL: Naykilla dan Seni Menjadi Centil
Mendengar EP Centyl dari Naykilla ini rasanya kayak ketemu temen yang asik diajak nongkrong. Nggak banyak gaya, tapi punya aura yang bikin betah.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Dirilis 17 Oktober 2025 lewat label AntiNRML, isinya enam lagu pendek yang semuanya berputar di antara cinta, candaan, dan kenakalan khas anak muda zaman sekarang. Dari “Bahasa Tubuhmu” yang dibuka dengan nada manja, sampai “skip dulu ah” yang ditutup dengan santai, Centyl seperti ngasih tahu pendengarnya: “gue nggak mau keliatan ribet, tapi gue punya sesuatu di balik musik yang santai.”
Yang paling gampang nempel tentu “SO ASU.” Judulnya sengaja nyolot, tapi begitu didenger, ternyata nggak sebrutal itu. Rasanya kayak obrolan iseng antara dua orang yang sebenernya saling suka. Lalu ada “Raga” yang groovy, dan “Kasih Aba Aba” yang dibawain bareng Tenxi dan Jemsii. Lagu ini bisa dibilang paling siap viral.
Semua lagu punya beat yang gampang diikuti dan hook yang nempel di kepala. Semacam lagu yang tiba-tiba nongol di FYP dan susah dihapus dari pikiran.
Sound Centyl main di area yang kekinian banget. Produksinya bersih, nggak over, namun energinya pas buat diputar di mobil, di kamar, atau di tengah malam lewat earphone. Ada sentuhan bedroom pop, ada juga aroma dangdut yang dipoles elektronik, bikin lagu-lagunya punya rasa lokal tapi tetap modern. Meski, harus diakui, belum tentu semua suka dengernya. Bahkan bisa dibilang ini tipe album yang either you love it or hate it.
Sebagai debut, Centyl terasa jujur dan apa adanya. Nggak sok dalam, nggak pengen keliatan keren. Semua mengalir, kayak lagi curhat tapi tahu kapan harus ngegas dan kapan harus ngelucu. Temanya sederhana, mulai dari gebetan yang PHP, teman yang ngeselin, atau rasa bosan yang dibungkus tawa.
Masih ada ruang buat berkembang. Khususnya di eksplorasi lirik atau variasi aransemen. Tapi, buat langkah pertama, ini udah lebih dari cukup.
Kalau harus dikasih angka, Centyl pantas dapat 7 dari 10.


