HOW DID I GET THERE: Louis Tomlinson dan Pertanyaan yang Dibiarkan Terbuka
Lewat How Did I Get There, Louis Tomlinson memilih jalur yang tenang dan reflektif. Album ini nggak mengejar ledakan emosi
Read MoreLewat How Did I Get There, Louis Tomlinson memilih jalur yang tenang dan reflektif. Album ini nggak mengejar ledakan emosi
Read MoreLewat album bertajuk Megadeth, Dave Mustaine dan kawan-kawan memilih bicara apa adanya. Tanpa mengejar tren atau membungkus diri dengan nostalgia
Read MoreLiestyleadalah rilisan yang nggak dibuat untuk ribut. Ardi Minaj nggak sedang mengejar viral Ia memilih jalur yang lebih tenang: musik
Read MorePet Shop Boys, lewat Disco 5, memilih membuka lemari arsipnya, mengeluarkan potongan-potongan masa lalu, lalu merakit ulang dengan cahaya lampu malam.
Read More“Retrospektif adalah musik untuk orang-orang yang mulai memahami bahwa kedewasaan itu sunyi.”
Read MoreAda kolaborasi yang terasa seperti dua dunia tabrakan. Berisik, spontan, tapi justru asik. One More Time, EP terbaru dari Aerosmith dan Yungblud, adalah salah satunya.
Read MoreDijon kembali. Kali ini bukan sebagai pendamping kolaborasi, melainkan sebagai intinya.
Read MoreAda rilisan Beatles yang terasa seperti dokumen sejarah. Ada yang terasa seperti penemuan arkeologi pop. Anthology 4 adalah keduanya,
Read MoreAlbum ini seperti pembacaan buku harian yang ditulis bukan dengan tulisan, melainkan musik. Dahsyatnya, yang menjadi narator adalah sebuah orkestra besar. The First of Everything dari Eunike Tanzil ini menceritakan semua pengalaman “pertama” dalam hidupnya.
Read MoreEveryone’s Star adalah bukti 5 Seconds of Summer masih berani mencoba hal baru, masih punya hook kuat, dan album ini pas buat dimainkan penuh saat road trip malam.
Read MoreJika ada satu rilis album live yang sukses menjembatani nostalgia Broadway dan ekspektasi fandom film, maka Wicked: One Wonderful Night adalah jawabannya.
Read MoreThe Cranberries MTV Unplugged 1995 akhirnya dirilis resmi — menyingkap sisi paling hening, paling jujur, dan mungkin paling abadi dari The Cranberries.
Read MoreSebuah album yang nggak berteriak, tapi berbisik dengan penuh percaya diri. Vie adalah jeda yang indah dalam perjalanan seorang bintang yang sudah terlalu lama berlari.
Read MoreSebuah bisikan lembut dari band yang pernah muda dan masih punya sesuatu untuk diceritakan
Read MoreAda hal yang nggak pernah berubah dari Laufey: ia selalu berhasil membuat waktu terasa melambat. Di A Very Laufey Holiday, ia nggak berusaha membuat lagu Natal yang megah, penuh lonceng dan paduan suara. Ia justru membisikkan musim dingin dengan kelembutan yang begitu manusiawi.
Read MoreAlbum ini bukan sekadar “terbaik dari Wings”. Ini adalah penyusunan ulang narasi: bagaimana band ini bangkit, terbang, dan akhirnya mendarat.
Read MoreDato’ Sri Siti Nurhaliza kembali dengan album baru. Kali ini, ia datang sebagai ‘penjaga’ yang elegan, bukan cuma ‘bintang pop’ yang mengejar tren.
Read MoreBagi banyak orang, album ini mungkin terdengar “biasa”. Tapi justru di situlah kekuatannya. Demi tidak lagi berusaha menyelamatkan dunia, dia hanya ingin menikmati keberadaannya.
Read MoreDi album kelima Raisa yang bertajuk ambiVert dan dirilis Juni 2025 lalu, Raisa memilih untuk menurunkan ritme, mengendurkan kilau pop-besar, dan menggali kejujuran di balik sorotan.
Read MoreGraham Reynolds selalu punya cara aneh untuk bikin musik terasa manusiawi. Di soundtrack Blue Moon, ia seperti berjalan di tengah malam New York, menelusuri lorong jazz dan kesunyian yang pernah dihuni Lorenz Hart, penulis lirik jenius yang hidupnya seindah sekaligus sesepi lagu-lagunya.
Read More