BABY: Dijon Mengubah Kekacauan Menjadi Keindahan

Dijon kembali. Kali ini bukan sebagai pendamping kolaborasi, melainkan sebagai intinya.

Oleh: JUNIOR EKA PUTRO

Dijon adalah tipe musisi yang kalau lagi jatuh cinta, patah hati, bingung, atau tumbuh, menjelma jadi orang baru. Semua yang dirasakannya terdengar di albumnya. Dan di Baby, semuanya itu datang sekaligus. Membuat albumnya terdengar seperti catatan harian yang ditumpahkan tanpa diedit.

Track pembukanya beneran niat: gitar lo-fi yang pelan, vokal dijalin tumpuk-menumpuk, lalu tiba-tiba ada elektronik kecil yang nyamber kayak kilat di ruangan gelap. Gaya khas Dijon banget, yang kalau salah mixing sedikit aja pasti amburadul. Lantas ada  “Yamaha” dan “Kindalove” yang melankolis tapi tetap enak dinyanyiin sambil nyetir malam.

Yang bikin Baby beda dari rilisan Dijon sebelumnya adalah album ini berani nunjukkin kekurangan. Banyak momen yang sengaja dibiarkan goyah: ritmenya nyaris jatuh, vokal yang pecah halus, noise yang nggak dibersihin. Rasanya kayak mendengar Dijon sedang berlatih, rasanya jadi natural banget.

Memang, ada beberapa bagian yang kerasa chaos. Tapi justru kekacauan itulah napas album ini. Baby jadi nggak sempurna. Dan itu kerasa human banget di era yang menuntut kesempurnaan kayak sekarang.

Skor: 8,5/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *