Adikara Fardy dan “KLISE”: Saat Kejujuran Pop Bertemu Kesederhanaan

Album Klise menandai debut Adikara Fardy di dunia musik pop Indonesia. Di tengah tren lagu-lagu yang sibuk mengejar “keunikan”, Adikara justru berani tampil sederhana dan jujur lewat klise yang familiar tapi hangat di telinga.

Oleh: JUNIOR EKA PUTRO

Banyak yang bilang, bikin sesuatu yang klise namun tetap enak didengar adalah hal yang nggak mudah di dunia musik pop. Kenapa? Karena semua orang udah terbiasa dengar. Semua orang akan merasa “ah, lagu cinta lagi.” Adikara tentu paham betul soal ini. Uniknya, album perdananya malah dikasih judul Klise.

Nggak salah juga. Album ini isinya ya memang soal itu-itu lagi: cinta, rindu, patah hati, cemburu, ketemu lagi, jatuh cinta lagi. Klise banget! Yang berbeda, mungkin cara membawakannya. Adikara bisa membuat lagu klise itu kedengaran enak, jujur, dan nggak sok keren. Kalau didengerin, kita kayak diajak ngobrol sama temen lama. Curhat ngalor-ngidul tentang cinta. Musiknya pun pas, nggak lebay dan mencoba kedengaran canggih.

Dengar deh track pembuka Kembali! Adikara langsung kasih bocoran tone album ini: musik pop yang kental nuansa retro. Sedikit soul, sedikit jazz, plus ada aroma funk dan R&B. — tapi tetap nge-pop. Enak diputer sambil nyetir malam-malam, atau pas lagi kerja di sore hari.

Lagu-lagu kayak Nirwana, Primadona, atau duet sama Andien di Rindu memang sudah duluan dirilis. Tapi di album ini kayak nemu tempat yang pas. Rapi, nyambung sama lagu-lagu lain. Ada alur cerita yang ngikutin fase-fase hubungan: mulai dari jatuh cinta, ribut, putus, sampai… ya, jatuh cinta lagi.

Produksi albumnya? Rapi! Ada tangan Taufan Wirzon di balik produksi, terus mixing-mastering dikerjain sama Rayendra Sunito. Jadinya, telinga kita dimanja sama suara-suara yang bulat, hangat, sound synth jadul, Rhodes, hingga bas empuk. Semua klik!

Buat yang mengharapkan kejutan besar atau sesuatu yang “wah” secara musikal, album ini mungkin terlalu “aman.” Tapi, saya pikir, bukan itu yang dicari Adikara. Dia sepertinya ingin album ini menjadi teman yang didengarkan sehari-hari.

Lantas, yang paling penting, di tengah dunia musik pop yang makin sok edgy, album kayak Klise ini malah terasa segar. Jujur dan apa adanya, kalo kata Slank. Hehehe…

Jadi, kalau kamu lagi pengen dengerin album yang nggak ribet, enak buat nemenin kerja, jalan sore, atau sekadar ngelamun, Klise ini patut banget diputer. Dan mungkin, setelah dengar, kamu bakal setuju kalau yang klise itu malah yang paling kena! 

Skor 7,5/10!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *