BOOTS: Serial Militer yang “Nendang” tapi Nggak Lanjut
Kalau kamu lagi nyari tontonan yang temanya berat (militer + isu LGBTQ+ di tahun 90-an) tapi dibawakan dengan hati yang hangat, Boots adalah jawabannya.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Sayangnya, ini juga jenis serial yang bikin sakit hati di akhir, bukan karena ceritanya jelek, tapi karena Netflix memutuskan untuk cancel serial ini setelah satu musim doang. Padahal? Gem banget!
Premisnya unik. Kita diajak mundur ke tahun 1990, ngikutin Cameron Cope (dimainkan dengan rapuh tapi kuat oleh Miles Heizer), remaja gay yang insecure parah. Alih-alih kabur ke kota besar buat hidup bebas, dia malah… masuk Marinir.
Yoi, kandang macan. Dia ikut sahabat straight-nya, Ray, buat masuk ke boot camp yang isinya teriakan, keringat, dan tes maskulinitas.
Yang bikin serial ini beda dari film perang biasanya (kayak Full Metal Jacket versi lite), Boots itu lebih fokus ke manusianya ketimbang perangnya. Dinamika antara Cameron dan Ray itu manis banget. Persahabatan platonis yang jarang kita lihat di TV. Ray tahu rahasia Cameron, dan dia pasang badan buat ngelindungin sahabatnya di lingkungan yang super homophobic.
Lalu ada Sersan Sullivan (Max Parker). Awalnya kita kira dia cuma instruktur galak klise, tapi ternyata karakternya punya lapisan emosi yang “njelimet” dan menyimpan rahasia sendiri. Ketegangan antara Cameron dan Sullivan itu dibangun pelan, intens, tapi agak “bersih”. Buat yang nyari drama romansa yang eksplisit, mungkin bakal kecewa karena serial ini sopan banget alias sexless. Tapi justru tatapan mata dan hal-hal yang nggak diomongin itu yang bikin chemistry-nya kerasa.
Mungkin di beberapa bagian, serial ini terasa agak terlalu “mulus” buat ukuran pelatihan militer yang brutal. Kerasnya dapet, tapi kadang penyelesaian konfliknya terasa terlalu cepat demi ngejar durasi episode.
Boots itu tontonan yang heartwarming sekaligus menegangkan. Akting Miles Heizer juara banget nampilin ketakutan dan keberanian dalam satu tarikan napas. Saya kasih nilai 8/10 untuk serial ini!


