MAN VS BABY: Rowan Atkinson Memilih untuk Tertawa Pelan

Man vs Baby terasa seperti Rowan Atkinson yang lagi nggak pengen ribut, tapi tetap ingin menghibur.

Oleh: JUNIOR EKA PUTRO

Setelah Man vs Bee yang penuh kekacauan, serial ini memilih jalur yang lebih lembut dan ramah keluarga. Ceritanya sederhana: Trevor Bingley, pria sial yang hidupnya selalu berantakan, kali ini harus berhadapan dengan…… bayi. Bisa ditebak, dari sana serentetan kekacauan pun muncul. Bukan yang meledak-ledak, tapi cukup untuk membuat senyuman simpul.

Kekuatan utama serial ini jelas sosok Rowan Atkinson. Tanpa banyak dialog, Rowan masih piawai bermain dengan ekspresi wajah, gestur kikuk, dan timing komedi fisik yang presisi. Trevor adalah karakter yang mudah dikasihani sekaligus ditertawakan. Namun berbeda dengan Mr. Bean yang benar-benar liar, Trevor di Man vs Baby terasa lebih manusiawi, lebih lelah, dan sedikit lebih hangat. Ada niat jelas untuk membuat penonton merasa dekat, bukan sekadar tertawa.

Masalahnya, justru karena terlalu aman, humornya jadi nggak benar-benar meledak. Banyak adegan mudah ditebak, dan konflik cepat selesai sebelum sempat memunculkan ketegangan komedi yang kuat. Bayi di sini lebih sering menjadi pemicu situasi manis ketimbang sumber kekacauan besar. Jika Man vs Bee adalah slapstick yang ribut dan destruktif, Man vs Baby lebih seperti komedi rumah tangga dengan sentuhan fisik khas Atkinson.

Serial ini cocok ditonton sambil santai, terutama saat liburan, ketika ekspektasi kita memang nggak tinggi. Ini jelas bukan karya Rowan Atkinson yang paling lucu, tapi cukup hangat untuk mengingatkan bahwa kadang komedi nggak harus keras. Kadang sederhana pun cukup. 7,5/10 dari saya untuk filmnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *