After the Sun Goes Down (2025): Khalid dan Keberanian untuk Jujur Lewat Musik
Review album After the Sun Goes Down (2025) dari Khalid: eksplorasi jujur antara pop, R&B, dan keberanian untuk berdamai dengan diri sendiri.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Khalid datang dengan energi baru di After the Sun Goes Down. Album ini terdengar seperti seseorang yang akhirnya berani melepaskan beban dan bernyanyi dengan sepenuh hati.
Sang artis tidak lagi hanya bermain aman di zona lembut R&B. Dia mencoba hal baru dengan pop dan nuansa elektronik yang terasa segar. Lagu seperti “In Plain Sight” dan “Medicine” jadi jendela ke sisi Khalid yang lebih terbuka, penuh rindu, tapi juga penuh keberanian untuk menerima dirinya sendiri.
Meski begitu, di beberapa bagian album, lagu-lagunya terasa terlalu aman dan berulang. Ada momen ketika kita berharap ada lonjakan emosi atau sesuatu yang lebih berani, yang didapat justru music yang diredam oleh produksi yang terlalu rapi. Jadilah, di antara lagu-lagu yang kuat, masih ada beberapa trek yang lewat begitu saja tanpa meninggalkan kesan mendalam.
Namun yang paling menarik dari album ini bukan pada teknisnya, tapi pada perasaan yang dibawanya. Ini adalah Khalid yang nggak lagi bersembunyi di balik lirik ambigu. Ia berbicara lebih jujur, lebih tulus, dan terdengar seperti seseorang yang akhirnya berdamai dengan dirinya sendiri. Dan lewat “Hurt People”, ia menutup perjalanan ini dengan kehangatan dan pengakuan bahwa sembuh bukan soal cepat, tapi soal berani.
Overall, After the Sun Goes Down terasa seperti bab baru dalam hidup Khalid. Masih ada ruang untuk tumbuh dan kita menantikannya.
Nilai, kasihlah 7,9 dari 10!


