GLASS HEART: Hati yang Rapuh di Balik Musik
Awalnya mirip kisah Cinderella. Seorang drummer pemula ditendang dari bandnya dan bangkit lagi setelah diajak ngeband sama musisi jenius yang visioner. Tapi, ceritanya lebih dalam dari itu.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Akane, sang drummer, diajak oleh Naoki Fujitani yang di serial ini digambarin sebagai sosok musisi berbakat, visioner, sekaligus misterius. Dia bukan orang sembarangan, dan keputusannya ngajak Akane jadi drummer di band barunya, TENBLANK, jelas mengubah jalan hidup si tokoh utama.
Dari situ kita ngelihat drama khas anak band: ego yang besar, ambisi yang kadang berlebihan, sampai soal cinta dan iri hati. Teman-teman band Akane juga bukan karakter tempelan. Masing-masing punya luka, punya alasan kenapa mereka main musik. Justru interaksi mereka inilah yang bikin cerita Glass Heart terasa hidup.
Yang bikin betah nonton adalah detail musiknya. Para aktor beneran bisa main alat. Jadi pas adegan konser atau latihan, feel-nya kerasa real.
Lagu-lagu TENBLANK juga enak, nggak malu-maluin kalau beneran dirilis di dunia nyata. Ada vibe pop-rock Jepang yang catchy tapi juga emosional. Pas banget jadi pengiring drama di serial ini.
Memang sih ada bagian romansanya yang kelewat manis, dan beberapa konflik terasa aman. Tapi itu nggak mengurangi rasa hangat dari ceritanya. Buat saya, Glass Heart adalah drama yang bisa bikin kita kembali ingat, bagaimana musik bisa jadi tempat berlindung. Namun, di sisi lain, juga bisa bikin luka makin terasa.
Nilai 7,5/10 dari saya untuk serialnya.Cocok buat kamu yang kangen drama musik dengan barisan karakter yang berjuang keras lewat nada dan lirik.


