Slank Joged: Review Album ke-25 yang Masih Slengean, Jujur, dan Semaunya
Slank kembali dengan album baru berjudul Joged — rilisan ke-25 dari band legendaris Potlot yang seolah menolak tua.
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
Saat banyak band lain sibuk reuni atau nulis memoar, Slank justru ngajak kita buat dengerin mereka lagi dengan gaya lama: slengean, jujur, dan semaunya sendiri.
Begitu lagu pertama, “If U Love Me”, diputar, langsung terasa vibe nongkrong sore di Potlot tahun ‘95, cuma kali ini dibalut bahasa Inggris yang terdengar kayak hasil Google Translate habis ngebir. Tapi di situlah pesonanya. Slank bukan soal kesempurnaan, tapi soal perasaan. Dan di Joged, perasaan itu campur aduk antara nostalgia, kritik sosial, dan keisengan khas mereka yang bikin kita ikut goyang kepala.
Lagu “Joe Get What U Want” jelas punya niat baik: ngomongin ketimpangan dan nasib rakyat kecil. Hanya saja, hasilnya kadang terdengar kayak puisi yang ditulis waktu ngantuk, gagal megah, tapi masih hidup. Sementara “Anak Setan” kayak respon spontan terhadap netizen toxic di TikTok: tajam, tapi juga agak kayak omelan di pos ronda.
Namun di tengah semua itu, ada satu lagu yang benar-benar nyentuh “Jangan Dulu Pergi”. Liriknya sederhana, tanpa banyak gaya, tapi justru itu yang bikin hangat. Ini Slank yang lebih tenang, lebih dewasa, dan cuma pengen ditemani tanpa drama.
Secara keseluruhan, Joged itu kayak nasi campur jam 11 malam: ada yang enak banget, ada yang dingin, ada yang nggak nyambung — tapi tetap dimakan, karena ini buatan orang lama yang masih kita percaya.
Skor: 7.2/10
Bukan karya paling tajam Slank, tapi tetap bukti bahwa mereka belum kehilangan nyawa, rasa, dan keberanian buat ngomong jujur lewat musik.


