M Hotel, Pintu Masuk ke Kegilaan Teknologi
Film ini bukan sekadar tontonan, ini adalah peringatan keras dari dunia digital: Selamat datang di era di mana algoritma lebih imajinatif dari manusia!
Oleh: JUNIOR EKA PUTRO
“M HOTEL” adalah mimpi buruk yang direkam dengan listrik, digoreskan langsung ke dalam memori kolektif kita oleh entitas tanpa jiwa—dan brengseknya, itu berhasil.
Seorang tunawisma, lusuh dan kosong, menemukan kunci. Tapi ini bukan kunci biasa, ini adalah tiket masuk ke realitas yang membusuk, dunia di mana bayangannya sendiri mulai berbicara, di mana lorong-lorong hotel berubah bentuk, di mana lampu neon berkedip seperti denyut jantung yang kelelahan. Setiap kamar adalah sketsa kasar dari kehidupan yang gagal, setiap sudut adalah pengingat bahwa takdir hanyalah permainan acak dari tangan tak terlihat.
Visualnya? Bagaikan Stanley Kubrick overdosis kode biner—tajam, dingin, dan secara aneh terasa lebih nyata daripada kehidupan itu sendiri. AI tidak hanya menciptakan gambar, ia menciptakan suasana, menciptakan perasaan. Dan itu yang paling menakutkan: kita mulai merasakan sesuatu dari sesuatu yang seharusnya tidak punya perasaan.
Apakah film ini punya jiwa? Itu bukan lagi pertanyaan penting. Ini bukan lagi tentang seni, ini adalah revolusi. “M HOTEL” adalah bukti bahwa sudah jelas kreativitas bukan lagi milik manusia.
Skor: 9/10.

