Bimbo dan Wajah Ramadan Indonesia
Dominasi Bimbo di ranah musik religi bukan hanya karena kualitas musik mereka, tetapi juga karena konsistensi dan relevansi pesan yang mereka sampaikan.
Oleh: Junior Eka Putro
Di tengah gemuruh kota Bandung tahun 1966, empat saudara kandung : Sam, Acil, Jaka, dan menyusul Iin Hardjakusumah , membentuk grup musik yang dikenal sebagai Bimbo. Awalnya, mereka membawakan lagu-lagu pop berirama Latin dengan lirik yang bervariasi, mulai dari tema cinta hingga kritik sosial. Namun, takdir membawa mereka ke jalur yang lebih spiritual.
Pada tahun 1973, mereka merilis lagu “Tuhan”, sebuah eksperimen musikal yang menggabungkan lirik religius dengan harmoni vokal khas mereka. Tak disangka, lagu ini meledak di pasaran dan menjadi titik balik dalam karier mereka.
Sejak saat itu, Bimbo menjadi sinonim dengan musik religi, khususnya selama bulan Ramadan. Lagu-lagu mereka seperti “Sajadah Panjang”, “Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya”, dan “Rindu Kami Padamu” menjadi anthem yang tak terpisahkan dari suasana Ramadan di Indonesia. Setiap tahun, tanpa absen, stasiun radio dan televisi memutar karya-karya mereka, seolah menandai dimulainya bulan suci. Melodi dan lirik mereka mampu menyentuh hati pendengar, membawa nuansa khusyuk dan reflektif yang memperkaya pengalaman spiritual selama Ramadan.
Dominasi Bimbo di ranah musik religi bukan hanya karena kualitas musik mereka, tetapi juga karena konsistensi dan relevansi pesan yang mereka sampaikan. Kolaborasi mereka dengan penyair Taufiq Ismail menghasilkan lirik-lirik yang puitis dan mendalam, menggugah kesadaran spiritual pendengar. Meskipun tren musik terus berubah, Bimbo tetap setia pada identitas musikal mereka, membuktikan bahwa ketulusan dan kedalaman pesan mampu melampaui batasan zaman.
Hingga kini, lebih dari lima dekade sejak debut mereka, Bimbo masih menjadi raja tak terbantahkan di panggung musik Ramadan Indonesia. Karya-karya mereka terus mengalun, mengisi ruang-ruang ibadah dan rumah dengan pesan-pesan moral dan spiritual yang abadi. Bimbo bukan sekadar grup musik; mereka adalah institusi budaya yang telah membentuk dan mewarnai wajah Ramadan di negeri ini.

