“TRANSFORMERS ONE” : Simfoni Metal yang Meledak
Transformers One adalah kisah asal mula yang akhirnya memberi kita apa yang selama ini kurang dari franchise ini: hati.
Oleh: Junior Eka Putro
Kita dibawa ke Cybertron sebelum perang. Orion Pax (Chris Hemsworth) dan D-16 (Brian Tyree Henry) adalah dua sahabat yang bermimpi mengubah dunia. Tapi dunia tak selalu adil. Ambisi, pengkhianatan, dan ideologi membelah mereka menjadi musuh bebuyutan. Yang satu jadi Optimus Prime, yang lain jadi Megatron. Ini adalah cerita tentang persahabatan yang hancur dan bagaimana kekuasaan bisa mengubah segalanya.
Secara visual? Kasar tapi indah. Bukan CGI mengilap yang bikin bosan, tapi sesuatu yang terasa lebih… nyata.
Ada nuansa animasi retro yang bikin film ini terasa seperti warisan langsung dari era 80-an. Suara-suara aktornya? Solid. Hemsworth membawa keseimbangan antara kepolosan dan ketegasan, sementara Henry memberi kedalaman emosional yang membuat D-16 lebih dari sekadar villain.
Tapi yang benar-benar bikin ini beda dari Transformers lainnya? Emosi. Ini bukan cuma soal siapa yang bisa berubah jadi truk lebih cepat. Ini tentang pilihan-pilihan yang kita buat, tentang kehilangan, dan tentang bagaimana dunia bisa memaksa kita jadi sesuatu yang tak pernah kita bayangkan.
Kita dibawa ke Cybertron sebelum perang. Orion Pax (Chris Hemsworth) dan D-16 (Brian Tyree Henry) adalah dua sahabat yang bermimpi mengubah dunia. Tapi dunia tak selalu adil. Ambisi, pengkhianatan, dan ideologi membelah mereka menjadi musuh bebuyutan—yang satu jadi Optimus Prime, yang lain jadi Megatron. Ini adalah cerita tentang persahabatan yang hancur dan bagaimana kekuasaan bisa mengubah segalanya.

Secara visual? Kasar tapi indah. Bukan CGI mengilap yang bikin bosan, tapi sesuatu yang terasa lebih… nyata. Ada nuansa animasi retro yang bikin film ini terasa seperti warisan langsung dari era 80-an. Suara-suara aktornya? Solid. Hemsworth membawa keseimbangan antara kepolosan dan ketegasan, sementara Henry memberi kedalaman emosional yang membuat D-16 lebih dari sekadar villain.
Tapi yang benar-benar bikin ini beda dari Transformers lainnya? Emosi. Ini bukan cuma soal siapa yang bisa berubah jadi truk lebih cepat. Ini tentang pilihan-pilihan yang kita buat, tentang kehilangan, dan tentang bagaimana dunia bisa memaksa kita jadi sesuatu yang tak pernah kita bayangkan.
Apakah ini sempurna? Tidak. Tapi ini adalah Transformers yang akhirnya terasa hidup.
8,5/10 – Sebuah revolusi logam yang layak dikenang.– Sebuah revolusi logam yang layak dikenang.

