“BERHARAP PADA TIMUR” : Debut Nostalgia dengan Ruang untuk Tumbuh

Album debut Salma Salsabil ini adalah sebuah surat cinta untuk pop Indonesia era 80-90an, dengan segala kejayaan dan jebakannya.

Oleh: JUNIOR EKA PUTRO

Dibuka dengan “Binar“, sebuah nomor yang langsung mengingatkan kita pada golden era diva Indonesia. Smooth, dreamy, tapi tetap punya hook yang bisa nempel di kepala. Lalu ada “Memori“, sebuah remake dari lagu Ruth Sahanaya yang, meskipun terdengar lebih modern, terasa sedikit kurang greget dibandingkan versi aslinya.

Di tengah album, “Sesal” dan “Amin” mencoba membawa emosi yang lebih dalam, namun produksi yang terlalu megah justru menenggelamkan sisi rapuh yang (mungkin) ingin disampaikan Salma. Sayang banget, seandainya dikemas lebih minimalis, lagu-lagu ini bisa punya dampak yang lebih kuat.

Highlight terbesar? “Satu Nama“! Di nomor ini Salma terdengar paling nyaman, paling jujur. Lagu ini terasa seperti lagu tema dari sebuah romansa 90-an yang nggak pernah ada, tapi kita semua berharap ada.

Secara keseluruhan, “Berharap Pada Timur” adalah album debut yang ambisius dan penuh nostalgia. Salma jelas punya suara yang kuat, tapi masih berupaya mencari cara terbaik untuk menyalurkan emosinya tanpa tertelan produksi yang megah.

7/10 pantas untuk album ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *